Film Ahlan Singapore menjadi salah satu produksi perfilman Indonesia yang paling dinantikan pada awal tahun 2026. Tidak hanya menawarkan kisah romansa yang emosional dengan balutan drama yang kuat, film ini juga menghadirkan daya tarik baru lewat eksplorasi budaya lintas negara yang segar. Salah satu sorotan terbesar datang dari penampilan aktor muda Kiesha Alvaro, yang sukses mencuri perhatian publik berkat totalitasnya dalam memerankan karakter Liam.
Dalam film ini, Kiesha tampil berbeda dengan menunjukkan kemampuan berakting menggunakan aksen Singlish, dialek khas Singapura yang dikenal unik karena memadukan bahasa Inggris dengan pengaruh Melayu, Mandarin, dan budaya lokal setempat. Kehadirannya dengan logat autentik tersebut bukan hanya menambah kedalaman karakter, tetapi juga membuat latar Singapura terasa lebih hidup dan meyakinkan, menjadikan Ahlan Singapore sebagai tontonan yang semakin menarik untuk dinanti.
Ahlan Singapore merupakan film romansa terbaru Indonesia yang disutradarai oleh Indra Gunawan dan diproduseri oleh MD Pictures, menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan karena menghadirkan cerita cinta emosional dengan latar kehidupan modern di Singapura. Film ini dibintangi oleh Rebecca Klopper sebagai Aisyah, bersama Ibrahim Risyad, Dwynna Win, Alya Rohali, Putri Ayudya, serta Kiesha Alvaro yang memerankan karakter Liam.

Kisahnya berfokus pada Aisyah, seorang mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan studi di Singapura dan harus menghadapi konflik batin, tekanan hidup jauh dari rumah, serta kenangan masa lalu yang terus membayang. Di tengah pergulatan tersebut, ia bertemu Liam, seorang senior kampus yang hangat namun menyimpan sisi misterius, sehingga pertemuan mereka perlahan membuka kembali ruang emosional yang selama ini dipendam Aisyah. Hubungan yang tumbuh di antara keduanya kemudian berkembang menjadi kisah cinta yang rumit, penuh dilema, dan menuntut pilihan-pilihan besar yang akan mengubah arah hidup mereka.
Dalam Ahlan Singapore, Kiesha Alvaro menghadapi tantangan besar lewat perannya sebagai Liam, seorang pemuda Singapura keturunan Indonesia yang memiliki ketertarikan khusus terhadap Aisyah. Peran ini bukan sekadar menuntut kemampuan akting emosional, tetapi juga totalitas dalam membangun karakter yang terasa nyata dan sesuai latar budaya. Untuk menghidupkan sosok Liam secara autentik, Kiesha harus menguasai aksen Singlish, dialek khas Singapura yang dikenal unik karena memadukan bahasa Inggris dengan pengaruh bahasa Melayu, Mandarin, hingga berbagai ekspresi lokal sehari-hari.
Singlish sendiri memiliki ritme bicara yang berbeda dan cenderung informal, jauh dari gaya bahasa Inggris Britania maupun Amerika, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Kiesha yang tidak tumbuh di lingkungan penutur asli. Usaha Kiesha mempelajari logat ini menunjukkan dedikasi tinggi dan menjadi salah satu alasan mengapa penampilannya dalam film ini begitu mencuri perhatian.
Dalam proses persiapannya untuk Ahlan Singapore, Kiesha Alvaro mengungkap bahwa mempelajari dialek Singlish menjadi salah satu tantangan tersulit yang harus ia hadapi. Pasalnya, ia tidak terbiasa berinteraksi langsung dengan masyarakat Singapura, sehingga tidak memiliki referensi vokal maupun ritme bicara khas Singlish sebelumnya. Demi menampilkan karakter Liam secara natural dan meyakinkan di layar lebar, Kiesha pun menjalani latihan intensif yang cukup disiplin.

Saat gala premiere Ahlan Singapore di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 2 Februari 2026, Kiesha menceritakan bahwa ia bahkan rutin mengirim sekitar 20 hingga 30 voice note setiap hari selama masa latihan. Voice note tersebut berisi latihan dialog menggunakan aksen Singlish yang kemudian dikoreksi oleh mentor bahasa. Salah satu sosok yang banyak membantu adalah Putri Ayudya, yang turut mengenalkan elemen logat Singapura secara lebih spesifik dan autentik, sehingga Kiesha mampu membangun aksen yang terdengar lebih realistis dan sesuai dengan karakter yang ia perankan.
Kesuksesan Kiesha Alvaro dalam menguasai logat Singlish untuk film Ahlan Singapore juga tidak lepas dari dukungan besar lawan mainnya, Dwynna Win, yang memiliki pengalaman tinggal dan beradaptasi langsung dengan kehidupan di Singapura. Selama proses persiapan hingga syuting berlangsung, Dwynna kerap membantu Kiesha melalui komunikasi harian, mulai dari berdiskusi tentang cara pengucapan yang tepat hingga saling bertukar voice note latihan logat agar terdengar lebih natural.
Kolaborasi ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat aksen Kiesha semakin autentik dan meyakinkan di layar. Dedikasi Kiesha yang rajin berlatih serta komitmennya untuk benar-benar memahami Singlish menunjukkan profesionalisme tinggi dalam dunia seni peran. Totalitas seperti ini menjadi bukti bahwa Kiesha bukan hanya mengandalkan popularitas sebagai aktor muda, tetapi juga serius mengembangkan kemampuan aktingnya dengan standar yang jarang ditemui pada generasi baru di industri perfilman Indonesia.

Aksen Singlish memiliki peran penting dalam Ahlan Singapore karena bukan sekadar variasi bahasa Inggris biasa, melainkan cerminan identitas budaya Singapura yang multikultural. Singapura dikenal sebagai tempat bertemunya beragam etnis dan bahasa, sehingga Singlish berkembang menjadi dialek khas yang unik, penuh ekspresi lokal, dan sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Karena film ini mengambil latar di Singapura, penggunaan Singlish menjadi unsur autentik yang memperkuat realisme cerita.
Dalam konteks karakter Liam, aksen yang dibawakan Kiesha Alvaro membantu penonton lebih mudah larut dalam suasana, merasakan kedekatan dengan lokasi film, serta membuat sosok Liam terasa lebih hidup dan meyakinkan secara emosional maupun budaya. Kehadiran logat ini juga menjadi nilai tambah yang signifikan karena mampu membangun koneksi lebih luas, tidak hanya bagi penonton Indonesia, tetapi juga audiens internasional yang mengenal Singapura sebagai ruang budaya yang beragam dan dinamis.
Penggunaan aksen Singlish dalam film Ahlan Singapore bukan hanya sekadar detail pelafalan, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan budaya yang memperkuat nuansa multikultural dalam cerita. Singlish mencerminkan identitas khas Singapura sebagai negara dengan keberagaman etnis dan bahasa, di mana pengaruh Melayu, Hokkien, Tamil, Inggris, serta budaya lain berpadu dalam komunikasi sehari-hari yang unik dan penuh warna. Dialek ini menjadi simbol bagaimana masyarakat Singapura terbentuk dari percampuran tradisi dan modernitas, sehingga kehadirannya dalam film memberikan lapisan autentisitas yang lebih dalam.
Dengan Kiesha Alvaro yang berasal dari Indonesia dan mempelajari Singlish secara serius demi perannya, film ini juga menghadirkan koneksi budaya yang menarik antara Indonesia dan Singapura. Hal tersebut menjadi nilai positif di tengah era globalisasi perfilman Asia Tenggara, ketika kolaborasi lintas negara dan representasi budaya semakin penting untuk memperluas jangkauan cerita sekaligus memperkaya pengalaman penonton.

Kiesha Alvaro berhasil mencuri perhatian publik lewat perannya yang berani dan penuh totalitas dalam film Ahlan Singapore. Ia tidak hanya sekadar memainkan karakter Liam, tetapi juga menunjukkan dedikasi luar biasa melalui usahanya mempelajari serta menampilkan logat Singlish yang menjadi elemen penting dalam membangun suasana autentik film berlatar Singapura ini. Dengan dukungan dari rekan satu produksi seperti Dwynna Win, serta latihan intensif bersama mentor bahasa, Kiesha membuktikan komitmen tinggi sebagai aktor muda yang serius mengembangkan kualitas aktingnya.
Perpaduan antara tantangan bahasa, chemistry antarpemain yang kuat, serta kisah cinta emosional yang dibalut konflik dan pilihan hidup menjadikan Ahlan Singapore sebagai tontonan yang layak dinantikan. Film ini bukan hanya menawarkan romansa semata, tetapi juga menghadirkan jembatan budaya yang memperkaya perfilman Indonesia di era global, sekaligus menegaskan bahwa Kiesha Alvaro semakin siap menjadi salah satu bintang besar generasi baru di industri layar lebar.





![Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG] Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG]](https://iswaranetwork.com/wp-content/uploads/2023/10/Cerita-di-Balik-Syuting-Petualangan-Sherina-2-NGOBROL-BARENG-180x135.webp)










