Maudy Ayunda Rilis “Aku Yang Engkau Cari” sebagai Soundtrack Film Para Perasuk

0
0
Sumber: Instagram/maudyayunda

Maudy Ayunda kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri kreatif Indonesia. Dikenal luas sebagai aktris sekaligus penyanyi dengan rekam jejak konsisten, Maudy menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna. Pada 19 Januari 2026, ia resmi merilis single terbarunya berjudul “Aku Yang Engkau Cari”, sebuah lagu yang diciptakan khusus sebagai original soundtrack (OST) film Para Perasuk.

Film Para Perasuk sendiri merupakan drama supernatural arahan Wregas Bhanuteja yang mengangkat tema batin, spiritualitas, dan pencarian identitas manusia. Kehadiran lagu ini menjadi elemen penting yang memperkuat atmosfer cerita, sekaligus memperdalam emosi yang dihadirkan dalam film. Lebih dari sekadar lagu pengiring, “Aku Yang Engkau Cari” lahir dari proses kreatif yang intim, di mana Maudy terlibat langsung tidak hanya sebagai pengisi suara, tetapi juga sebagai pemeran yang memahami denyut emosional kisahnya.

Melalui proyek ini, Maudy menunjukkan evolusi artistiknya mengaburkan batas antara akting dan musik, serta menjadikan soundtrack sebagai perpanjangan dari narasi film. Lagu tersebut menjadi refleksi perjalanan batin karakter sekaligus ruang ekspresi personal bagi Maudy, menandai sebuah langkah baru dalam eksplorasi kreatifnya di dunia perfilman dan musik Indonesia.

“Aku Yang Engkau Cari” lahir bukan sebagai soundtrack pada umumnya, melainkan sebagai bagian organik dari proses kreatif film Para Perasuk. Lagu ini terinspirasi langsung dari atmosfer cerita dan kedalaman emosi yang Maudy Ayunda rasakan selama proses syuting berlangsung. Sejak berada di lokasi pengambilan gambar, Maudy mulai menangkap nuansa batin dan konflik narasi film yang kemudian ia terjemahkan ke dalam bentuk musik.

Sumber: Instagram/maudyayunda

Dalam pengerjaannya, ia berkolaborasi dengan Lafa Pratomo sebagai penulis lagu sekaligus produser dan arranger, menciptakan komposisi yang intim dan reflektif. Alih-alih menunggu film rampung, ide lagu ini justru berkembang bersamaan dengan produksi film dan sempat disampaikan Maudy kepada sang sutradara, Wregas Bhanuteja, yang menyambutnya dengan antusias. Pendekatan ini membuat “Aku Yang Engkau Cari” memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan film, menjadikannya soundtrack yang tidak hanya mengiringi cerita, tetapi juga memperdalam kekuatan naratifnya.

Film Para Perasuk, yang dikenal secara internasional dengan judul Levitating, merupakan proyek ambisius garapan sutradara Wregas Bhanuteja yang mengusung genre drama supernatural dengan latar desa fiksi sarat nuansa budaya dan spiritual. Kisahnya berpusat pada tradisi kerasukan roh yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, sekaligus membuka ruang eksplorasi tentang identitas, kepercayaan, dan konflik batin manusia. Diproduksi melalui kolaborasi lintas negara antara Indonesia, Singapura, dan Prancis, film ini dipandang sebagai salah satu karya perfilman Indonesia yang memiliki daya saing kuat di panggung internasional.

Dalam proyek ini, Maudy Ayunda tak hanya berkontribusi lewat musik sebagai pengisi soundtrack, tetapi juga tampil sebagai Laksmi, karakter penting yang turut menggerakkan alur cerita. Ia beradu akting dengan deretan aktor ternama seperti Angga Yunanda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Sementara itu, lagu “Aku Yang Engkau Cari” sendiri ditulis dari sudut pandang Bayu karakter yang diperankan Angga Yunanda dan merefleksikan pergulatan emosional serta pencarian jati diri yang menjadi benang merah utama dalam narasi film.

Lagu “Aku Yang Engkau Cari” menyimpan makna yang intim dan sarat refleksi emosional, menghadirkan potret batin seseorang yang rapuh namun terus berjuang menemukan penerimaan. Melalui liriknya, lagu ini berbicara tentang kebutuhan manusia untuk dicintai dan diakui, bukan hanya oleh orang lain, tetapi juga oleh diri sendiri. Maudy Ayunda menggambarkan tema keinginan untuk merasa cukup untuk dilihat, dipahami, dan dicari apa adanya, tanpa harus mengenakan topeng atau berusaha menjadi sosok yang sempurna demi memenuhi ekspektasi sekitar.

Sumber: Instagram/maudyayunda

Inspirasi emosional lagu ini berakar dari perjalanan batin Bayu, karakter dalam film Para Perasuk yang diperankan oleh Angga Yunanda, sosok yang mendambakan penerimaan dan kasih sayang, namun perlahan kehilangan jati dirinya dalam proses tersebut. Perasaan itulah yang kemudian diterjemahkan Maudy ke dalam rangkaian kata dan melodi, menjadikan “Aku Yang Engkau Cari” sebagai medium musikal yang menangkap kegelisahan, kerinduan, sekaligus pencarian makna diri yang menjadi inti cerita film.

Proses kreatif “Aku Yang Engkau Cari” berlangsung sekitar satu bulan dan berkembang secara organik dari pengalaman Maudy Ayunda selama terlibat langsung dalam produksi film Para Perasuk. Bekerja intens bersama Lafa Pratomo, Maudy mengolah gagasan awal yang muncul di lokasi syuting menjadi komposisi utuh, menyatukan lirik dan musik agar dapat berdiri sendiri sebagai sebuah lagu, sekaligus menyatu secara emosional dengan dunia film. Pendekatan ini membuat lagu tersebut tidak berfungsi sebagai penjelas cerita, melainkan sebagai penguat suasana batin, dirancang untuk mengiringi dan memperdalam emosi yang hadir di layar. Melalui musik yang subtil dan reflektif, “Aku Yang Engkau Cari” mengajak pendengar dan penonton menyelami perasaan para karakter, merasakan kegelisahan, harapan, dan konflik batin yang menjadi inti dari narasi Para Perasuk.

Tak hanya menonjol dari sisi musik dan kekuatan naratif, Para Perasuk juga mencatatkan prestasi penting di ranah internasional. Film ini terpilih untuk melakoni pemutaran perdana dunia (world premiere) di Sundance Film Festival 2026 dan berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition, sebuah pengakuan bergengsi yang menegaskan kualitas film Indonesia di panggung global. Pencapaian ini membuka peluang besar bagi karya Maudy Ayunda dan seluruh tim produksi untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas, sekaligus menjadi etalase bagi kekayaan budaya, perspektif kreatif, dan kekuatan cerita Indonesia di kancah perfilman dunia.

Maudy Ayunda telah lama dikenal sebagai figur multitalenta yang konsisten membangun karier di dua dunia sekaligus, akting dan musik. Sejak usia muda, ia aktif membintangi berbagai film sekaligus merilis karya musik yang menandai perjalanan artistiknya, dimulai dari album debut hingga berkembang sebagai penyanyi yang juga menulis lagu-lagunya sendiri. Seiring waktu, jangkauan karyanya pun meluas ke level internasional, termasuk keterlibatannya dalam pengisian soundtrack film Korea, yang menegaskan kemampuannya beradaptasi dengan beragam genre dan lanskap industri musik global. Partisipasinya dalam Para Perasuk menjadi penanda penting dari fase kreatif terbarunya, memperlihatkan bagaimana Maudy terus berevolusi dari sekadar entertainer menjadi kreator utuh yang mampu merangkai gagasan besar dan emosi mendalam melalui perpaduan musik dan akting.

Sumber: Tinemu

“Aku Yang Engkau Cari” hadir sebagai lebih dari sekadar lagu pengiring film, melainkan sebuah karya reflektif yang tumbuh dari keterlibatan emosional Maudy Ayunda dalam proses kreatif Para Perasuk. Berangkat dari pengalaman langsung selama produksi film, lagu ini menawarkan lirik yang jujur, balutan musik yang emosional, serta keterhubungan kuat dengan narasi cerita, sehingga mampu berdiri sendiri sebagai karya musik yang bermakna sekaligus memperdalam pengalaman menonton.

Keterlibatan Maudy sebagai pemeran sekaligus pencipta lagu menjadi kekuatan tersendiri, menciptakan kesinambungan emosional antara visual dan audio yang terasa organik. Melalui tema penerimaan diri, pencarian jati diri, dan relasi batin antar karakter, lagu ini menemukan relevansinya tidak hanya dalam konteks film, tetapi juga dalam pengalaman personal banyak pendengar. Bagi penikmat film Indonesia, musik dengan kedalaman emosi, maupun karya kreatif lintas medium, “Aku Yang Engkau Cari” layak disebut sebagai salah satu sorotan penting di awal 2026 sebuah soundtrack yang melampaui fungsinya dan menjelma menjadi cerminan perjalanan emosional yang bersifat universal.