Polisi Diminta Berantas Premanisme

55
0

Jakarta (19/06/2012) Polisi diminta tegas dan tidak melakukan pembiaran terhadap kekerasan atau aksi premanisme di masyarakat yang akhirnya menimbulkan korban  seperti bentrok antar kelompok di Batam, kemarin sore. Pada wartawan di Gedung MPR DPR RI Jakarta, hari ini  wakil ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan  polisi seharusnya bisa melakukan pencegahan sejak awal terhadap bentrokan di Batam karena dilihat dari senjata yang digunakan aksi premanisme itu diduga memang sudah dipersiapkan. Menurutnya kalau aksi premanisme dibiarkan akan merugikan masyarakat. Pramono menyarankan  penyelesaian kasus sengketa tanah jangan sampai berlarut-larut. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan untuk memediasi kelompok-kelompok masyarakat yang bentrok karena sengketa tanah.

 

Polisi Sudah Periksa 32 Orang Terkait Rusuh

Sementara itu, kepolisian sudah memeriksa 32 orang pasca kerusuhan di Hotel Planet Holiday, Batam, sore kemarin. Dalam jumpa Pers di Mabes Polri Jakarta hari ini Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol, Saud Usman Nasution mengatakan 32 orang itu, 28 orang diantaranya berasal dari kelompok B dan 4 sisanya dari kelompok TF. Menurut Saud sejauh ini jumlah korban akibat bentrok Batam sebanyak 11 orang, satu orang yang diketahui meninggal dunia berinisial JS. Sementara 2 orang lainnya luka berat dan 8 orang lainnya menderita luka ringan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol, Saud Usman Nasution menambahkan, saat ini situasi Batam sudah kondusif dan warga beraktivitas normal seperti biasanya. Tokoh-tokoh masyarakat, agama dan aparat pemerintahan setempat tadi malam juga sudah menggelar pertemuan yang hasilnya  menyepakati akan menjaga agar tidak saling menyerang lagi. I-Listeners, sebelumnya kemarin sore terjadi bentrok antar kelompok di Hotel Planet Holiday, Batam, Kepulauan Riau. Bentrokan diduga karena putusan pengadilan yang memenangkan sengketa lahan dari salah satu kelompok yang bertikai tersebut. Akibat bentrokan tersebut 1 orang tewas dan 9 lainnya mengalami luka-luka. 

Post Author

LEAVE A REPLY