Jakarta (28/05/2012) Komisi 5 DPR hari ini menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak terkait kecelakaan pesawat Sukhoi superjet 100 di Gunung Salak Bogor, Jawa Barat 9 Mei lalu. Dalam rapat ini terungkap sejumlah fakta dan kronologis jatuhnya pesawat Sukhoi superjet 100 yang menewaskan 45 orang penumpang dan awak pesawat. Salah satunya, keterangan dari Direktur Utama PT Angkasa Pura 2, Tri S Sunoko yang membenarkan kalau Air Traffic Controller atau ATC Halim Perdanakusumah memang mengijinkan permintaan pilot Sukoi untuk turun dari ketinggian 10 ribu ke 6 ribu feet.
Tapi setelah permintaan ijin turun ketinggian pihak ATC tidak lagi bisa berkomunikasi dengan kru pesawat hingga pada akhirnya pesawat dinyatakan hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di lereng Gunung Salak, jawa Barat. ATC mengizinkan pilot menurunkan ketinggian karena di atas Lanud Atang Sendjaja itu adalah wilayah yang selama ini digunakan sebagai latihan terbang. Meski begitu, Tri Sunoko enggan berspekulasi adanya miskomunikasi dalam proses komunikasi pilot dan ATC.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya lewat penyelidikan Cokpit Voice Recorder yang sedang diselidiki KNKT. Dalam kesempatan ini, Tri Sunoko juga membantah analisis yang menyebutkan kalau terjadinya kecelakaan disebabkan sumber daya manusia air traffic controller yang jumlahnya terbatas. Menurutnya saat ini PT Angkasa Pura 2 terus berkembang diantaranya dengan melakukan penambahan personil 100 pegawai baru air traffic staff.
Cuaca normal saat kecelakaan terjadi
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memastikan cuaca pada saat kecelakaan Sukhoi superjet 100 9 Mei lalu terpantau normal alias tidak mengganggu penerbangan. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi 5 DPR, Kepala BMKG, Sri Woro Haryono mengatakan Cuaca normal dipantau stasiun meterologi di Lanud Atang Sanjaya dan Bogor. Hasil pantauan satelit juga menyimpulkan cuaca disekitar Gunung Salak Bogor tidak sampai mengganggu proses penerbangan seperti munculnya gangguan awan tebal jenis Comulunimbus. Menurut Sri Woro data cuaca juga sudah diserahkan ke KNKT untuk proses penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat. (eko/pum)





![Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG] Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG]](https://iswaranetwork.com/wp-content/uploads/2023/10/Cerita-di-Balik-Syuting-Petualangan-Sherina-2-NGOBROL-BARENG-180x135.webp)











