Fanny Soegi Berkolaborasi dengan Heruwa Shaggydog di Single Terbaru “Jogja Lantai Dua”

0
0
Sumber: Kompas.com

Fanny Soegi kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia lewat perilisan single terbarunya berjudul “Jogja Lantai Dua”. Lagu yang resmi diluncurkan pada 16 Januari 2026 ini langsung mencuri perhatian publik dan menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan di awal tahun. Antusiasme tersebut tidak lepas dari kehadiran kolaborasi spesial bersama Heruwa, sosok vokalis ikonik dari band rock legendaris Shaggydog, yang memberikan sentuhan berbeda pada karya ini.

Melalui kolaborasi ini, Fanny Soegi menghadirkan warna musikal yang lebih beragam tanpa meninggalkan ciri khasnya yang hangat dan puitis. Perpaduan karakter vokal Fanny yang lembut dengan suara Heruwa yang khas dan berkarakter menciptakan harmoni yang kuat serta emosional. Lebih dari sekadar kerja sama dua musisi lintas generasi, “Jogja Lantai Dua” menjadi medium penceritaan yang sarat makna, mengajak pendengar menyelami keindahan alam dan atmosfer Yogyakarta dari sudut pandang yang lebih intim dan reflektif.

“Jogja Lantai Dua” terinspirasi dari kekaguman Fanny Soegi terhadap pesona Yogyakarta yang jarang mendapat sorotan, terutama kawasan selatan yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang autentik. Berbeda dari gambaran Jogja yang identik dengan hiruk-pikuk Malioboro atau pusat kota, Fanny justru mengajak pendengar menelusuri sisi lain yang lebih sunyi, lapang, dan reflektif. Konsep “Lantai Dua” digunakan sebagai metafora imajinatif yang menggambarkan Yogyakarta seolah memiliki dua dimensi, satu adalah wajah urban yang akrab bagi banyak orang, sementara yang lain merupakan ruang alam di luar kota yang dipenuhi perbukitan kapur, jalanan panjang di tengah ladang, serta hamparan pantai dengan ombak besar dan laguna alami yang masih terjaga keasriannya.

Sumber: Instagram/alvchrist

Kolaborasi antara Fanny Soegi dan Heruwa Shaggydog menjadi elemen kunci yang membuat “Jogja Lantai Dua” terasa begitu istimewa dan berkarakter. Kehadiran Heruwa, dengan warna vokal khas yang santai namun sarat wibawa, menghadirkan dimensi emosional yang kuat dan melengkapi kelembutan vokal Fanny. Lagu ini dibuka dengan lantunan puitis Heruwa melalui lirik, “sang jelita di pelupuk sandikala, panorama di bukit telah menanti kita”, yang langsung membangun suasana visual dan perasaan kontemplatif. Nuansa tersebut kemudian dipertegas oleh suara Fanny yang halus dan hangat dalam pengulangan larik, “digoda angin, kita dirayu ombak, digoda angin kita dirayu malam”, menciptakan atmosfer intim yang mengalir perlahan. Perpaduan vokal keduanya terdengar begitu natural dan menyatu, seolah dua sahabat tengah bertukar kisah tentang perjalanan dan kehidupan, ditemani keindahan alam yang sederhana namun memikat.

Secara musikal, “Jogja Lantai Dua” hadir dengan komposisi dan aransemen yang terasa hangat, ringan, serta ceria karakter yang kerap melekat pada karya-karya Fanny Soegi. Meski dibalut nuansa yang menyenangkan, lagu ini menyimpan makna yang lebih dalam tentang relasi manusia dengan alam sekitarnya. Perpaduan lirik dan musiknya dirancang menyerupai sebuah perjalanan santai, di mana ritme yang mengalir pelan mengajak pendengar membayangkan hembusan angin, debur ombak, hingga suasana tenang saat matahari terbenam di balik perbukitan. Beragam simbol alam yang dihadirkan bukan sekadar pemanis kata, melainkan menjadi medium refleksi yang mengingatkan akan pentingnya menjaga dan merawat alam agar tetap lestari, bukan hanya dipandang sebagai destinasi wisata semata.

Di balik aransemen musik yang hangat, kekuatan utama “Jogja Lantai Dua” terletak pada liriknya yang sarat dengan gambaran visual dan muatan emosi. Ungkapan seperti “menyusuri Yogyakarta lantai dua” atau “pohon-pohon sampaikan salam pada gunung dan laguna” mampu membangun imaji yang hidup, membuat pendengar seakan turut hadir dan menyaksikan langsung lanskap yang diceritakan. Melalui pilihan kata yang sederhana namun puitis, Fanny Soegi menunjukkan kemampuannya merangkai narasi yang menyentuh, menghadirkan rasa rindu akan perjalanan, kehangatan kebersamaan, serta kedekatan manusia dengan alam yang tenang dan menenangkan.

Sumber: Instagram/fannysoegi

Lebih dari sekadar menggambarkan suasana perjalanan atau liburan, “Jogja Lantai Dua” menyimpan pesan reflektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Fanny Soegi terinspirasi oleh rasa kagum sekaligus kegelisahannya melihat pesatnya perkembangan pariwisata, yang berpotensi mengancam keaslian lingkungan jika tidak dikelola dengan bijak. Melalui lagu ini, ia menyuarakan harapan agar keindahan alam di wilayah selatan Yogyakarta tetap terjaga dan tidak terkikis oleh eksploitasi berlebihan. Karena itu, “Jogja Lantai Dua” hadir bukan hanya sebagai pengiring perjalanan, tetapi juga sebagai pengingat yang lembut bahwa alam merupakan ruang hidup bersama yang layak dihormati, dirawat, dan dilestarikan.

“Jogja Lantai Dua” diproduksi secara mandiri oleh Fanny Soegi melalui label independennya, DoggyHouse Records, yang menegaskan keterlibatan penuh dirinya dalam setiap tahap kreatif. Dalam proses ini, Fanny tidak hanya berperan sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai produser yang turut mengawal detail aransemen hingga hasil akhir rekaman, mencerminkan dedikasi dan visi personal terhadap karyanya. Single ini resmi dirilis pada 16 Januari 2026 dan sejak saat itu telah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital, memungkinkan para pendengar dari Indonesia hingga mancanegara mengakses dan merasakan karya terbarunya dengan mudah.

“Jogja Lantai Dua” membuktikan bahwa sebuah single dapat hadir lebih dari sekadar hiburan semata. Lagu ini menawarkan pengalaman emosional yang kuat, visualisasi cerita yang hidup, serta pesan sosial yang relevan dengan realitas masa kini. Kolaborasi antara Fanny Soegi dan Heruwa Shaggydog berhasil melahirkan karya yang berkelas, baik dari sisi musikalitas maupun kekuatan narasinya. Didukung oleh vokal yang matang, lirik yang puitis, dan proses produksi yang digarap dengan penuh perhatian, Fanny Soegi kembali menegaskan posisinya sebagai musisi Indonesia yang mampu menyentuh berbagai lapisan emosi dan pengalaman hidup melalui musik. Tak berlebihan jika “Jogja Lantai Dua” layak menjadi pilihan utama dalam playlist para penikmat musik yang menghargai karya dengan cerita autentik dan kedalaman makna.