Sheryl Sheinafia, penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang dikenal lewat karya-karya pop reflektif dan personal, kembali menyapa penggemarnya lewat rilisan terbaru yang terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang. Single berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” resmi dirilis pada 13 Februari 2026, hanya sehari menjelang Hari Kasih Sayang.
Momentum ini terasa begitu pas, seolah lagu tersebut memang dipersiapkan sebagai teman untuk mereka yang sedang berbunga-bunga, diam-diam menyimpan rasa, atau bahkan baru menyadari bahwa hati mereka mulai berbelok arah. Sejak pertama kali diperdengarkan, lagu ini langsung mencuri perhatian karena temanya yang sederhana namun sangat relevan, perasaan yang datang tanpa aba-aba. Bukan tentang cinta besar yang dramatis, melainkan tentang momen kecil yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Tentang obrolan yang tadinya biasa saja, lalu terasa berbeda. Tentang perhatian yang awalnya wajar, lalu menjadi sesuatu yang dinanti.
Dalam “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”, Sheryl mengangkat konflik klasik yang hampir semua orang pernah alami pertarungan antara logika dan perasaan. Logika berkata, “Ini cuma teman”. Perasaan berbisik, “Tapi kenapa jadi kepikiran terus?” Dari situlah emosi campur aduk mulai terasa. Ada rasa malu, ada senyum sendiri tanpa sebab, ada juga penyangkalan yang justru membuat perasaan itu makin nyata.

Yang membuat lagu ini terasa istimewa adalah cara Sheryl membingkai emosi tersebut dengan pendekatan yang ringan dan jujur. Ia tidak mencoba terdengar terlalu puitis atau berlebihan. Sebaliknya, ia memilih gaya bahasa yang sederhana, conversational, dan terasa seperti curhat dengan teman dekat. Pilihan diksi yang santai membuat pendengar mudah terhubung dengan ceritanya, seolah lagu ini memang sedang menceritakan pengalaman pribadi mereka.
Dari sisi musikalitas, aransemen yang kekinian namun tetap hangat menjadi kekuatan tersendiri. Nuansa pop yang ringan berpadu dengan sentuhan ritme yang playful menciptakan atmosfer yang manis tanpa terdengar berlebihan. Musiknya tidak terlalu sendu, tetapi juga tidak terlalu ceria, berada di tengah-tengah, mencerminkan perasaan yang belum sepenuhnya yakin namun sudah terlanjur dalam. Vokal khas Sheryl yang lembut dan ekspresif semakin memperkuat kesan intim pada lagu ini.
Secara emosional, lagu ini menangkap fase paling membingungkan dalam jatuh cinta, ketika semuanya terasa samar namun jelas di saat yang sama. Kita tahu ada yang berubah, tetapi belum berani mengakuinya. Kita ingin bersikap biasa saja, tetapi hati terus mencari alasan untuk berharap. Judulnya sendiri, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”, terdengar seperti kalimat bercanda yang sering dilontarkan saat seseorang ketahuan menyimpan rasa. Namun di balik kesan ringan itu, tersimpan pengakuan bahwa cinta memang tidak selalu bisa dikendalikan.
Melalui single ini, Sheryl seolah mengajak pendengarnya untuk berdamai dengan ketidakterdugaan perasaan. Bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa direncanakan termasuk jatuh cinta. Dan mungkin, justru di situlah letak keindahannya.

Single ini tidak hanya menjadi sebuah karya musik, tetapi juga lahir dari proses kreatif yang sangat dekat dengan kehidupan pribadi Sheryl Sheinafia. Pengerjaan lagu dan materi lainnya dilakukan di rumah, menghadirkan nuansa yang lebih intim dan personal dibandingkan proses rekaman konvensional di studio profesional. Suasana rumahan tersebut membuat proses kreatif terasa lebih bebas dan organik, meski tak lepas dari momen-momen tak terduga, seperti gangguan lucu dari anjing peliharaannya yang sesekali terdengar saat rekaman berlangsung.
Alih-alih menjadi hambatan, hal-hal spontan tersebut justru menambah warna dan kehangatan dalam proses produksi. Beberapa pengamat musik menilai pendekatan rekaman yang tidak biasa ini memberikan sentuhan unik pada karya Sheryl, karena dilakukan di ruang tamu dengan suara-suara alami yang muncul tanpa disengaja. Atmosfer yang kasual dan jujur itu kemudian dipadukan dengan keterampilan teknis produksi profesional, sehingga menghasilkan lagu yang tetap terdengar rapi, modern, dan nyaman dinikmati di berbagai platform musik digital.
Pemilihan tanggal rilis yang sangat dekat dengan Valentine’s Day jelas bukan kebetulan, melainkan strategi yang selaras dengan tema lagu yang mengangkat dinamika jatuh cinta tanpa rencana. Melalui single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”, Sheryl Sheinafia seolah menghadirkan hadiah spesial bagi para pendengar yang sedang merayakan cinta, maupun mereka yang diam-diam tengah merenungkan pengalaman percintaan sendiri. Ungkapan bahwa lagu ini ditujukan “untuk kamu yang awalnya tak pernah niat jatuh cinta tapi tiba-tiba keterusan” mempertegas pesan personal yang ingin ia sampaikan , bahwa cinta sering hadir tanpa aba-aba dan sulit untuk dikendalikan.
Di momen Valentine yang identik dengan perayaan kasih sayang, lagu ini terasa relevan karena tidak hanya berbicara tentang romansa yang indah, tetapi juga tentang fase canggung, malu, dan penuh tanda tanya saat perasaan mulai tumbuh. Tak heran jika lagu ini dianggap sebagai “soundtrack manis” untuk Hari Kasih Sayang, baik bagi pasangan yang sedang dimabuk asmara, mereka yang menyimpan rasa dalam diam, maupun siapa pun yang sekadar merasa rindu akan kehadiran cinta. Perpaduan nuansa lucu, ringan, dan sedikit baper membuat lagu ini mudah beresonansi dan terasa dekat dengan berbagai lapisan pendengar.

Lewat single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”, Sheryl Sheinafia menyampaikan pesan yang sederhana namun bermakna, mengekspresikan kasih sayang bukanlah sesuatu yang memalukan, berlebihan, atau norak. Di tengah budaya yang kerap membuat orang merasa harus terlihat santai, tidak terlalu peduli, atau menjaga gengsi dalam urusan perasaan, Sheryl justru mengajak pendengarnya untuk lebih jujur pada hati sendiri. Ia mendorong keberanian untuk mengakui rasa, meski datang tanpa rencana dan mungkin tidak sepenuhnya masuk akal.
Pesan ini terasa semakin relevan di era media sosial, ketika ekspresi emosi sering kali diukur oleh persepsi orang lain. Banyak orang memilih menyembunyikan perasaan demi menjaga citra, takut dianggap terlalu sensitif atau terlalu terbuka. Melalui lagu ini, Sheryl seperti memberi ruang aman bagi siapa pun yang sedang mengalami dilema tersebut bahwa merasa, menyukai, dan bahkan terlanjur jatuh cinta adalah hal yang sangat manusiawi.
Dalam berbagai kesempatan, Sheryl juga menekankan bahwa lagu ini bukan semata-mata tentang kisah romansa ringan, melainkan tentang kejujuran emosional. Tentang bagaimana kita menerima pengalaman jatuh cinta sebagai bagian dari perjalanan hidup, tanpa harus selalu membiarkan logika menjadi pengendali utama. Kadang, perasaan memang tidak membutuhkan alasan yang rumit untuk tumbuh. Justru dengan menerima ketidakterdugaan itu, seseorang bisa belajar lebih memahami dirinya sendiri.
Inilah yang membuat single ini terasa dekat dan relatable bagi banyak pendengar, khususnya generasi muda yang sedang belajar mengenali dan mengelola emosinya. Lagu ini tidak menggurui, tidak dramatis berlebihan, tetapi hadir sebagai teman yang memahami bahwa di balik pertanyaan “siapa suruh jatuh cinta?”, sebenarnya ada senyum kecil yang menandakan kita sedang menikmati prosesnya.

Secara keseluruhan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” bukan sekadar lagu cinta biasa, melainkan potret jujur tentang pertarungan antara logika dan perasaan yang begitu manusiawi. Melalui single ini, Sheryl Sheinafia berhasil merangkum pengalaman jatuh cinta yang datang tanpa aba-aba, penuh rasa malu, penasaran, bahagia, sekaligus kebingungan dalam balutan musik pop yang ringan dan mudah dinikmati. Lagu ini tidak menawarkan kisah romansa yang megah atau dramatis, melainkan momen-momen kecil yang terasa sederhana namun bermakna, tatapan yang berubah arti, perhatian yang semakin intens, dan senyum yang muncul tanpa disadari.
Justru di situlah kekuatannya. Sheryl menunjukkan bahwa musik pop modern tak harus selalu berbicara tentang cinta yang sempurna atau patah hati yang memilukan, tetapi juga bisa merayakan fase canggung dan manis saat perasaan mulai tumbuh. Dengan pendekatan yang hangat dan relatable, lagu ini hadir sebagai teman bagi banyak orang, mengiringi mereka yang sedang jatuh cinta, diam-diam menyimpan rasa, atau sekadar menikmati debar halus yang tak pernah direncanakan sebelumnya.





![Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG] Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG]](https://iswaranetwork.com/wp-content/uploads/2023/10/Cerita-di-Balik-Syuting-Petualangan-Sherina-2-NGOBROL-BARENG-180x135.webp)










