“HA HA” Jadi Era Baru Shabrina Leanor, Cerita Move On yang Lebih Dewasa

6
0
Sumber: Instagram/shabrina_leonita

Shabrina Leanor, penyanyi berbakat jebolan Indonesian Idol musim ke-13 sekaligus juara pada tahun 2025, kembali mencuri perhatian publik lewat karya terbarunya berjudul “HA HA”. Single ini menjadi penanda penting dalam perjalanan kariernya, bukan hanya sebagai lanjutan kesuksesan pasca kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pernyataan artistik bahwa Shabrina tengah memasuki babak baru dalam kehidupan dan musiknya.

Melalui “HA HA”, ia menghadirkan warna musikal yang lebih berani, segar, dan dewasa menunjukkan perkembangan signifikan dari seorang penyanyi muda yang terus berevolusi. Dirilis pada 6 Februari 2026, “HA HA” dengan cepat menyedot perhatian penikmat musik Indonesia karena menawarkan nuansa yang kontras dengan karya-karya Shabrina sebelumnya yang identik dengan balada emosional dan penghayatan mendalam. Jika sebelumnya ia banyak mengekspresikan luka, kerinduan, dan proses penyembuhan, kali ini Shabrina memilih pendekatan yang lebih ringan namun tajam secara makna.

Lagu ini memancarkan energi positif, rasa percaya diri, serta sikap berdamai dengan masa lalu, sebuah simbol bahwa ia telah berhasil move on dari kisah cinta yang rumit dan siap melangkah ke fase hidup yang lebih matang. Melalui “HA HA”, Shabrina tidak lagi menempatkan dirinya sebagai sosok yang larut dalam kesedihan, melainkan sebagai perempuan yang mampu menertawakan pengalaman pahit dan menjadikannya pelajaran berharga. Sikap ini tercermin baik dari lirik yang lugas dan reflektif maupun dari nuansa musik pop yang lebih ceria dan upbeat. Perubahan tersebut mempertegas bahwa “HA HA” bukan sekadar lagu baru, melainkan representasi dari pertumbuhan emosional dan keberanian Shabrina Leanor untuk menampilkan sisi dirinya yang lebih kuat, bebas, dan autentik.

Sumber: Instagram/shabrina_leonita

Perubahan gaya musik Shabrina Leanor terasa sangat jelas jika menilik perjalanan karyanya dari balada emosional menuju warna pop yang lebih ceria dan ringan. Sebelumnya, Shabrina identik dengan lagu-lagu balada yang sarat penghayatan, salah satunya “Sembuh Kembali”, sebuah pop-ballad yang menggambarkan proses penyembuhan hati setelah patah cinta dan kehilangan. Lagu tersebut menonjolkan karakter vokalnya yang lembut, dalam, dan penuh emosi, berpadu dengan aransemen piano yang minimalis namun menenangkan, seolah mengajak pendengar menyelami perjalanan batin yang sunyi, rapuh, dan reflektif.

Namun lewat “HA HA”, Shabrina mengambil langkah artistik yang berani dengan menghadirkan nuansa musik yang lebih mid-tempo, catchy, dan easy listening, tanpa sepenuhnya meninggalkan kedalaman makna yang menjadi ciri khasnya. Lagu ini terasa lebih ringan dan playful, tetapi justru memancarkan kekuatan emosional yang matang, menandakan bahwa luka yang dulu diratapi kini telah berubah menjadi sumber ketegaran dan kepercayaan diri. Ditulis bersama Marco Steffiano, Jessilardus Mates, dan Adrian Rahmat Purwanto, serta diproduseri oleh S/EEK yang dikenal sebagai sosok di balik banyak hit musik Indonesia, “HA HA” menjadi bukti nyata evolusi musikal Shabrina Leanor sebagai artis yang tidak takut keluar dari zona nyaman dan terus bereksperimen untuk menemukan identitasnya yang semakin dewasa.

Makna lagu “HA HA” berangkat dari kisah seorang perempuan yang telah mencapai titik jenuh terhadap pola hubungan yang berulang dan melelahkan, mulai dari janji manis yang tak pernah benar-benar ditepati, sikap pasangan yang penuh ambiguitas, hingga pengalaman ghosting yang meninggalkan luka emosional. Alih-alih kembali tenggelam dalam kesedihan atau kemarahan, tokoh dalam lagu ini justru memilih untuk menertawakan semua pengalaman pahit tersebut, menjadikan tawa sebagai simbol kekuatan dan penanda bahwa ia telah berada di fase akhir dari proses move on.

Ketawa dalam konteks “HA HA” bukanlah bentuk meremehkan perasaan, melainkan refleksi kedewasaan emosional, saat luka yang dulu terasa perih kini berubah menjadi pelajaran berharga. Shabrina Leanor sendiri menjelaskan bahwa lagu ini memiliki benang merah dengan karya-karyanya terdahulu, membentuk sebuah narasi emosional yang berkesinambungan. Jika dalam lagu seperti “Sembuh Kembali” ia masih berada pada fase merasakan luka dan berusaha bangkit perlahan, maka “HA HA” hadir sebagai bab penutup dari perjalanan tersebut, fase penerimaan, kelegaan, dan kebebasan emosional.

Sumber: Instagram/shabrina_leonita

Pesan ini tersampaikan kuat melalui lirik yang lugas dan tanpa berlebihan, salah satunya pada bait “Manipulasi mu tak cukup berdaya, kau buat ku tak kuasa tahan tawa”, yang menggambarkan bagaimana kenangan pahit masa lalu kini tidak lagi menyakitkan, melainkan menjadi sesuatu yang bisa disikapi dengan senyum dan tawa, sebagai tanda bahwa sang tokoh telah benar-benar melangkah maju.

Aransemen musik dan konsep visual dalam “HA HA” dirancang secara sadar untuk menegaskan perubahan besar dalam arah artistik Shabrina Leanor. Lagu ini dibalut dengan aransemen pop modern yang terdengar ringan, dinamis, dan penuh energi, menghadirkan ritme yang mengalir serta hook yang mudah diingat, sebuah kontras yang mencolok dibandingkan balada-balada emosional yang selama ini lekat dengan namanya. Meski demikian, Shabrina tetap mempertahankan kekuatan utama yang menjadi ciri khasnya, yakni karakter vokal yang ekspresif dan penghayatan yang jujur, sehingga eksperimen musikal ini terasa matang dan tidak kehilangan identitas.

Keberanian untuk keluar dari zona nyaman ini menunjukkan kematangan Shabrina sebagai musisi yang siap memperluas spektrum karyanya dan menjangkau pendengar yang lebih luas. Nuansa ceria tersebut semakin dipertegas lewat video musik “HA HA” yang tampil penuh warna dan visual yang playful, dengan konsep estetis yang fun serta pilihan busana yang lebih segar dan ekspresif. Seluruh elemen visual ini membentuk narasi yang selaras dengan lagunya, potret seorang perempuan yang telah berdamai dengan masa lalu, bebas mengekspresikan diri, dan melangkah maju dengan senyum serta kepercayaan diri baru.

Perjalanan karier Shabrina Leanor sebagai penyanyi profesional tidak dapat dilepaskan dari kiprahnya di Indonesian Idol 2025, ajang yang mengantarkannya meraih posisi juara dan memperkenalkan bakatnya kepada publik yang lebih luas. Kemenangan tersebut menjadi titik awal yang kuat, namun Shabrina membuktikan bahwa ia bukan sekadar produk kompetisi, melainkan artis dengan visi dan arah musikal yang jelas. Setelah turun dari panggung Idol, ia terus menunjukkan konsistensi dan perkembangan yang signifikan melalui rilisan-rilisan yang matang secara konsep maupun emosi. Pengalaman tampil di panggung besar, berhadapan langsung dengan tekanan kompetisi, serta mendapat dukungan dari musisi senior dan penggemar setia menjadi bekal penting dalam membentuk karakter artistiknya.

Selain “HA HA” dan “Sembuh Kembali”, Shabrina juga mencuri perhatian lewat berbagai penampilan dan karya lain yang menegaskan kedalaman musikalnya, termasuk interpretasi ulang lagu-lagu legendaris yang ia bawakan dengan gaya personal dan penuh penghayatan, serta single debutnya pasca Indonesian Idol yang menandai keseriusannya meniti karier di industri musik. Rangkaian karya tersebut memperlihatkan bahwa Shabrina Leanor adalah sosok artis yang terus bertumbuh, terbuka terhadap eksplorasi, dan tidak membatasi dirinya pada satu genre semata, melainkan berani berkembang seiring dengan perjalanan emosional dan musikalnya.

Sumber: Instagram/shabrina_leonita

Pada akhirnya, “HA HA” bukan sekadar lagu pop dengan melodi yang ringan dan mudah dinikmati, melainkan sebuah pernyataan artistik yang merefleksikan perjalanan panjang Shabrina Leanor dalam memahami diri, emosi, dan identitas musikalnya. Lagu ini menjadi simbol pertumbuhan pribadi sekaligus kedewasaan emosional, menghadirkan sudut pandang baru tentang proses move on, bukan lagi sebagai fase yang menyakitkan, tetapi sebagai momen pembebasan dan penerimaan diri.

Shabrina berhasil meramu emosi yang selama ini menjadi kekuatannya dengan balutan musik pop yang ceria dan menyenangkan, sebuah kombinasi yang menantang namun dieksekusi dengan matang sehingga tetap terasa jujur dan relevan bagi pendengar. Melalui “HA HA”, ia menunjukkan bahwa luka masa lalu tidak selalu harus diratapi, melainkan bisa ditertawakan dan dijadikan bekal untuk melangkah lebih kuat.

Dengan arah musikal yang semakin berkembang serta pesan yang dekat dengan pengalaman banyak orang, lagu ini menegaskan era baru dalam karier Shabrina Leanor, sebuah transisi penting dari penyanyi jebolan ajang pencarian bakat menjadi artis yang matang, kreatif, dan inspiratif di lanskap musik Indonesia masa kini.