Industri musik Indonesia kembali mencuri perhatian publik dengan hadirnya rilisan terbaru yang penuh makna dari musisi berbakat eńau (Putra Permana). Lewat single terbarunya bertajuk “Sesi Potret”, eńau menghadirkan sebuah karya emosional yang mengangkat tema reflektif tentang kehilangan, kerinduan, dan pentingnya menghargai waktu bersama orang terkasih.
Lagu ini menjadi semakin istimewa karena menandai kolaborasi spesial bersama sang kakak, Ari Lesmana, vokalis ternama yang dikenal luas lewat karakter vokalnya yang kuat dan sarat ekspresi. Kolaborasi kakak-adik ini tidak hanya menciptakan harmoni musikal yang unik, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosi yang mampu menyentuh pendengar dari berbagai kalangan.
Dirilis secara resmi pada 30 Januari 2026, single “Sesi Potret” kini telah tersedia di berbagai layanan platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya, sekaligus semakin memperkuat gaungnya lewat perilisan music video resmi yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube eńau. Kehadiran lagu ini pun menjadi salah satu sorotan menarik dalam perkembangan musik Indonesia terbaru 2026, karena tidak sekadar menawarkan melodi yang indah, tetapi juga pesan universal yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Dengan “Sesi Potret”, eńau dan Ari Lesmana seolah mengajak pendengar untuk sejenak berhenti, mengenang, dan memaknai setiap momen sebelum semuanya berubah menjadi kenangan.

Single “Sesi Potret” lahir dari ruang paling jujur tentang perasaan manusia, berangkat dari pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan eńau sendiri. Dalam berbagai sesi perbincangan dan hearing session, ia mengungkapkan bahwa ide awal lagu ini mulai muncul pada awal November 2025, ketika dirinya banyak merenungkan kisah-kisah tentang kehilangan, penyesalan, serta kerinduan yang datang baik dari pengalaman pribadi maupun cerita orang-orang terdekat. Sebagai seorang perantau yang tinggal jauh dari kampung halaman, eńau kerap merasakan rindu mendalam sekaligus kekhawatiran terhadap orang tuanya yang berada di Pekanbaru, perasaan yang kemudian menjadi benang merah utama dalam lirik dan atmosfer emosional lagu ini.
Nuansa tersebut semakin diperkuat oleh kisah nyata di sekelilingnya, seperti pengalaman manajernya yang baru saja kehilangan sosok orang tua, sehingga membuat tema lagu ini terasa semakin universal dan dekat dengan banyak pendengar. Dari rangkaian pengalaman dan refleksi itulah, “Sesi Potret” hadir sebagai karya yang tidak hanya menawarkan melodi, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang terkasih sebelum semuanya berubah menjadi sekadar kenangan.
Kolaborasi kakak dan adik antara eńau dan Ari Lesmana menjadi salah satu faktor utama yang membuat “Sesi Potret” terasa begitu spesial dan berbeda dari rilisan sebelumnya. Ari Lesmana, yang dikenal luas sebagai vokalis dengan karakter suara kuat dan penuh emosi, tidak hanya hadir sebagai musisi ternama, tetapi juga sebagai kakak kandung eńau, sehingga kolaborasi ini membawa kedekatan personal yang terasa nyata dalam setiap bait lagu. Keputusan eńau untuk menggandeng Ari bukan sekadar ajang bekerja sama dalam lingkup keluarga, melainkan sebuah langkah artistik untuk menghadirkan dua perspektif emosional yang saling melengkapi, terutama dalam menyampaikan tema kehilangan, kerinduan, dan penyesalan yang menjadi inti lagu.

Menurut eńau, warna vokal Ari yang khas memberikan dimensi baru yang memperkuat atmosfer lagu, terutama pada bagian reff yang terasa semakin menggetarkan dan menyentuh. Proses kreatifnya pun berjalan secara kolaboratif, di mana penulisan lirik tidak hanya melibatkan Ari, tetapi juga mendapat sentuhan dari istri eńau, Mulia Kennedy, yang membantu merangkai kata-kata agar terdengar lebih puitis, mendalam, dan kuat secara naratif. Hasil akhirnya adalah sebuah karya yang bukan hanya indah secara musikal, tetapi juga sarat makna karena lahir dari hubungan emosional dan kerja sama yang tulus di baliknya.
Secara tematis, “Sesi Potret” menghadirkan kisah yang sangat dekat dengan pengalaman banyak orang, yakni tentang kehilangan, perjalanan waktu, penyesalan, serta pentingnya menghargai momen bersama mereka yang kita cintai. Lagu ini menjadi sebuah renungan mendalam tentang bagaimana manusia kerap menunda untuk pulang, bertemu orang tua, atau sekadar meluangkan waktu bersama keluarga karena berbagai alasan seperti kesibukan, gengsi, atau ketidaksadaran bahwa waktu terus berjalan tanpa menunggu. Melalui lirik yang puitis, “Sesi Potret” menggambarkan emosi seseorang yang berniat kembali membawa kabar baik dan harapan, namun pada akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa sosok yang dirindukan telah terlebih dulu “pulang” selamanya, sebuah metafora kuat tentang kehilangan yang datang tiba-tiba tanpa aba-aba.
Dari kisah tersebut, lagu ini menanamkan pesan universal bahwa hubungan dan kebersamaan adalah hal yang tak ternilai, sehingga setiap detik yang dimiliki bersama orang terkasih seharusnya dijaga sebelum semuanya berubah menjadi sekadar kenangan. Dengan balutan nuansa pop alternatif yang reflektif dan emosional, “Sesi Potret” bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga ajakan introspektif bagi pendengar untuk lebih menghargai waktu, keluarga, dan momen-momen sederhana yang sering dianggap remeh.
Dalam proses produksinya, eńau mempercayakan penggarapan lagu “Sesi Potret” kepada Kevin Pangestu sebagai produser musik yang berperan penting dalam membentuk warna dan atmosfer keseluruhan lagu. Kevin bertanggung jawab atas aransemen serta pengisian instrumen, menghadirkan komposisi musik yang rapi dan selaras dengan emosi yang ingin disampaikan. Proses kreatif ini juga didukung oleh musisi lain, seperti Ryan Wijaya pada bass dan Syade Rian pada drum, yang menambahkan kedalaman ritme sekaligus memperkaya tekstur musikalnya.

Lagu berdurasi sekitar empat menit ini menonjolkan nuansa musik yang cenderung tenang, namun tetap terasa kuat secara emosional, sejalan dengan tema kehilangan dan refleksi yang menjadi inti cerita. Kombinasi instrumen yang lembut namun menghanyutkan, berpadu dengan karakter vokal eńau dan Ari Lesmana yang saling melengkapi, menciptakan suasana reflektif yang mendalam, sehingga pendengar dapat merasakan pesan lagu ini secara lebih personal dan menyentuh.
“Sesi Potret” bukan sekadar sebuah lagu baru yang meramaikan blantika musik Tanah Air, melainkan sebuah karya penuh makna yang membawa pesan universal tentang waktu, kehilangan, dan betapa berharganya hubungan emosional dalam kehidupan manusia. Melalui kolaborasi spesial antara eńau dan Ari Lesmana, lagu ini berhasil menghadirkan nuansa reflektif yang kuat, seolah mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, merenung, dan lebih menghargai setiap momen bersama orang-orang tercinta sebelum semuanya berubah menjadi kenangan yang tak bisa diulang.
Dengan produksi yang matang, aransemen yang menyentuh, lirik yang puitis serta sarat detail emosional, ditambah karakter vokal keduanya yang saling melengkapi, “Sesi Potret” tidak hanya menjadi karya musik yang indah didengar, tetapi juga pengalaman batin yang mampu menyentuh hati banyak orang. Tak heran jika lagu ini diprediksi akan terus menjadi perbincangan hangat dan relevan di kalangan penikmat musik Indonesia sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi eńau sebagai musisi yang mampu menghadirkan karya-karya jujur dan dekat dengan realitas kehidupan pendengarnya.





![Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG] Cerita di Balik Syuting Petualangan Sherina 2! [NGOBROL BARENG]](https://iswaranetwork.com/wp-content/uploads/2023/10/Cerita-di-Balik-Syuting-Petualangan-Sherina-2-NGOBROL-BARENG-180x135.webp)










